(!!!!!!!!!!!!!…………!!!!!!!!!!!!!)

Kadang susah menjadi diri sendiri ketika “diri sendiri” itu adalah sosok yang tidak terlalu tertarik pada chit-chat kurang penting yang common topic-nya adalah ngomongin orang. The fact that the most interesting topic of your society’s conversation is hal-hal yang buruk tentang orang lain really hold me back from what so called socializing. “This is the real world…” selalu kata-kata kayak gitu yang keluar setiap kali saya mempertanyakan kenapa orang bisa begitu santainya ngomongin kejelekan orang lain, yang bahkan mereka gak kenal, yang bahkan gak pernah berinteraksi sering dengan mereka, atau bahkan yang mereka declare setiap hari sebagai teman se-gank, teman main, teman nongkrong dan titel teman-teman yang lain. Well, kenyataan ini membuat saya semakin yakin kalau orang yang patut diwaspadai itu bukan orang keliatan dingin tapi justru mereka yang keliatan asik, banyak ngobrol, “gaul” dalam definisi umum, dan rame. Real bastard never look like a bastard until you prove that they are bastard, by yourself.

Kadang susah menjadi diri sendiri ketika “diri sendiri” itu adalah sosok yang kurang bisa basa-basi dengan orang lain tanpa harus banyak berusaha cari topik basa-basi. That ziiiiiiiiiiiiiiiiing when you are left alone with the one that you are not really comfortable with pushes you to fake an “interesting” conversation even when you don’t really want to start any shitty talk. Dan akibatnya, ketika conversation tidak tercipta, orang akan menganggap sebagai bentuk kesombongan (F*CK!)

Kadang susah menjadi diri sendiri ketika “diri sendiri” itu adalah sosok yang kalau bicara cukup keras & kalau tidak setuju akan speak up, terutama di lingkungan yang menganggap “anak baru gak usah sok tahu”. Well, then the words “gue tau lo pinter tapi jangan blablabla kalo masih baru…” jadi sering terdengar.

Kadang susah menjadi diri sendiri ketika “diri sendiri” itu adalah sosok yang kepikiran begitu tahu tingkat ke-fake-an orang-orang. Jadi kepikiran apa jangan-jangan selama ini tidak jauh berbeda dari orang-orang tersebut sebenarnya. 

Kadang susah, susah kadang, kadang-kadang susah, susah-susah kadang. Brace yourself, this is the real world!


The Monkey

The room is fulled with fireflies.

And he have a monkey in his chest.

It grows up unexpectedly.

But he can hear it grows, louder and deeper.

It never ask for permission.

Moan at dawn, gigle at day and sleep every night.

One day it knocks his sternum.

It knocks his sternum down.

"I want the fireflies. It’s so damn dark and empty here!"

The words are echoing continually, gradually. Fade.

Dark and empty. Dark and empty. Dark and empty.

Fill his chest, his ears, his lungs, his mouth, his eyes.

It bursts his body.

The room is dark and empty.


“Han, memang bukan sesuatu yang baru
Jalan setapak setiap orang dalam
mencari tempat ditengah-tengah dunia
dan masyarakatnya, untuk menjadi diri
sendiri, melelahkan dan membosankan
untuk diikuti.

Lebih membosankan adalah mengamati
yang tidak membutuhkan sesuatu jalan,
menjangkarkan akar tunggang pada
bumi dan tumbuh pada pohon.”

Anak Semua Bangsa, Pramoedya Ananta Toer


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Powered by Tumblr. Theme by hayleyrocktrix